PROGRAM BELAJAR BAHASA JEPANG DI SOLO

JIPA menyelenggarakan program belajar bahasa Jepang secara intensif untuk siswa yang akan mengikuti program studi ke Jepang. Program belajar sebelum keberangkatan ini dilaksanakan secara intensif untuk menyiapkan kemampuan berbahasa Jepang siswa minimal atau setara JLPT level N4. Program belajar bahasa Jepang intensif yang ditujukan untuk siswa yang akan berangkat ke Jepang ini dilaksanakan kurang lebih selama 3 (tiga) bulan yang dipusatkan di kantor pusat JIPA Solo.

Pada tanggal 1 Juni 2015 lalu, siswa yang telah mendaftarkan diri pada program studi ke Jepang, setelah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk pengajuan visa studi, dikumpulkan di kantor pusat Solo untuk mengikuti program belajar bahasa Jepang secara intensif. Program belajar intensif ini semacam karantina untuk siswa, sebab program belajar bahasa Jepang intensif ini dipaketkan dengan tempat tinggal/asrama. Selain untuk mengajarkan bahasa Jepang secara intensif kepada siswa, program ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana keseharian masing-masing siswa. Sehingga JIPA tahu apakah siswa tergolong rajin, tekun belajar atau malas dan suka bolos. Dan keseharian siswa dalam program belajar bahasa Jepang ini juga menentukan apakah siswa tersebut layak atau tidak mengikuti program studi ke Jepang.

Setiap hari (dari hari senin sampai sabtu) siswa belajar selama kurang lebih 6 jam yang dibagi menjadi 2 (dua) kloter yaitu kelas pagi (09.00 – 12.00) dan kelas siang (13.00 – 16.00). Adapun materi pelajaran bahasa Jepang terdiri dari Bunpou (grammar), Kaiwa (percakapan), Kanji (membaca dan menulis Kanji), Dokkai (membaca) dan menulis kalimat maupun karangan sederhana.

Kemampuan berbahasa Jepang sangat diperlukan sebelum berangkat ke Jepang untuk membantu siswa dalam beradaptasi dan menjalani kehidupan pada saat awal tiba di Jepang. Selain mempelajari bahasa Jepang, siswa juga akan diperkenalkan dengan budaya-budaya orang Jepang secara umum. Pengajar pada program belajar bahasa Jepang JIPA adalah pengajar yang memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara JLPT N3 atau N2 ke atas dan telah memiliki pengalaman tinggal di Jepang. Disamping mengajarkan bahasa, pengajar atau guru tersebut juga dapat membagi pengalaman mereka tentang bagaimana kehidupan di Jepang, budaya orang Jepang dan sebagainya kepada siswa yang akan berangkat ke Jepang. Sehingga siswa yang akan berangkat ke Jepang tahu bagaimana Jepang dan dapat membayangkan bagaimana kehidupan di Jepang yang nanti mereka akan jalani selama mengikuti pendidikan di sekolah Bahasa Jepang.

 

[envira-gallery id=”218″]

Facebook Comments